Postingan

Ayah

 Kalau begitu biarkan aku yang bertanya, 'ayah ingin bagaimana?' sorot matamu menakutkan aku tak mau melihatnya perutku kram, tenggorokanku tercekik. suara tak bisa keluar darisana. ketika ku paksa suara aneh yang seperti bukan milikku justru yang keluar. jika aku hanya diam air mata mulai menetes dengan sendirinya. kepalaku sakit apakah kau sebegitu inginnya berdebat? bahkan untuk bernafas saja sulit.  aku tidak tahu! semakin aku tidak tahu, air mata semakin mengalir AKU TIDAK TAHU!?!! AKU TIDAK INGIN TAHU!!! AKU HANYA MEMIKIRKAN YANG HAL BAIK? AKU MEMIKIRKAN UNTUK BUNUH DIRI? MELOMPAT DARI KETINGGIAN? DIRIMU MATI?! DAN PERGI DARI RUMAH INI DAN KAU PIKIR ITU BAIK? Yah, kau tak tahu itu. Kau tahu? bukankah bunuh diri selalu menjadi sebuah pilihan? berapa kali kita harus mengulang percakapan ini? kau bisa langsung memaksaku melakukan ini dan itu!  bukankah kau kepala rumah ini? Lebih baik orang pintar tidak punya uang? atau orang bodoh punya banyak uang? bukankah kau tidak...